0

RANGKUMAN MATERI PELAJARAN IPS KELAS VII, INTERAKSI SOSIAL DAN SOSIALISASI

Sabtu, 25 Mei 2013
Share this Article on :

BAB III   INTERAKSI SOSIAL DAN SOSIALISASI

1. Pengertian :
Interaksi sosial adalah proses di mana orang-orang yang menjalin kontak dan berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan. Interaksi sosial terjadi antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok, dan antara kelompok dengan kelompok. Yang terpenting dalam interaksi sosial adalah pengaruh timbal balik.
2. Syarat terjadinya kontak sosial
A. Interaksi Sosial
Agar interaksi dapat berlangsung dibutuhkan dua syarat yaitu: adanya kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial terjadi bila melibatkan antarmanusia dan antarmanusia tersebut saling memberikan aksi dan reaksi. Kontak sosial tidak dapat terjadi antara manusia dengan benda mati. Kontak sosial dapat berlangsung melalui dua bentuk, yaitu: kontak sosial secara langsung (face to face) dan secara tidak langsung (melalui media perantara).
Pada zaman modern seperti sekarang orang menjalin kontak sosial dengan orang lain tidak harus dilakukan secara langsung (face to face), melainkan bisa memanfaatkan media sebagai perantara, seperti handphone, telepon rumah, surat, internet, telegram, bahkan orang.
Kontak sosial saja belum cukup untuk menjalin interaksi sosial dengan orang lain, masih dibutuhkan syarat lain yaitu: adanya komunikasi. Dalam menjalin kontak sosial diharapkan orang lain mengerti dan memahami pesan yang disampaikan. Agar orang lain mengerti dan memahami pesan yang disampaikan dibutuhkan apa yang disebut dengan komunikasi.

Komunikasi dengan menggunakan bahasa-bahasa isyarat tersebut disebut dengan komunikasi nonverbal.


Dalam komunikasi kalian juga menggunakan kata-kata, yang mengandung arti bersama dan bersifat standar. Komunikasi dengan menggunakan kata-kata ini disebut dengan komunikasi verbal.

B. Bentuk Bentuk Interaksi Sosial
Secara umum bentuk interaksi sosial dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bentuk interaksi sosial yang menghasilkan kerjasama (Asosiatif), dan bentuk interaksi sosial yang menghasilkan perpecahan (Disasosiatif)
1.    Bentuk Interaksi Sosial yang Menghasilkan Kerjasama
a.    Kerjasama adalah bentuk utama proses interaksi sosial. Hampir setiap pekerjaan besar umumnya dikerjakan secara bergotongroyong, seperti memperbaiki jalan, membuat rumah, memperbaiki bendungan, dan lain-lain.
b.    Akomodasi adalah proses penyesuaian sosial untuk meredakan pertentangan. Dalam akomodasi masing-masing kelompok yang betentangan berusaha berakomodasi menghilangkan gap atau jarak yang menjadi pangkal pertentangan.
c.    Akulturasi adalah proses sosial di mana suatu kebudayaan menerima unsur-unsur dari suatu kebudayaan lain tanpa menyebabkan hilangnya bentuk kepribadian sendiri. Misalnya : Prosesi "Grebeg Suro" pada masyarakat Yogyakarta setiap tanggal 1 Syura /1 Muharam merupakan bentuk akulturasi lokal

2.    Bentuk interaksi sosial yang menghasilkan perpecahan.
a.    Persaingan adalah bentuk usaha yang dilakukan agar memperoleh kemenangan atau hasil yang lebih tanpa menimbulkan benturan fi sik.
b.    Kontroversi merupakan bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan konflik. Wujudnya antara lain, rasa tidak senang, kebencian.
c.    Konflik adalah interaksi sosial akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang mendasar, sehingga menimbulkan jarak yang tas di antara mereka yang berkonflik.
C. Sosialisasi
Sosialisasi adalah suatu proses belajar yang seseorang menghayati (internalisasi) norma-norma sosial di mana ia hidup sehingga menjadi individu yang baik. Atau sosialisasi adalah suatu proses mempelajari kebiasaan dan tata kelakukan untuk menjadi bagian dari suatu masyarakat.
Contoh sosialisasi :
Di sekolah kalian diajari oleh guru untuk mentaati semua peraturan sekolah, untuk mengucapkan salam kepada setiap guru, harus berbakti kepada orangtua, menghormati guru, berdoa sebelum dan setelah pelajaran, dan sebagainya. Guru memberi hukuman kepada kalian bila datang terlambat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, tidak tertib selama mengikuti pelajaran, dan sebagainya. Guru di sekolah mengajak kepada kalian semua untuk menjadi anak yang pandai, taat dan patuh, sopan dan santun, hormat kepada orangtua dan guru.

D. Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian
1. Arti Penting Sosialisasi
Dalam pembentukan kepribadian, manusia sangat tergantung pada orang lain atau kelompoknya. Kepribadian seseorang dibentuk setelah ia dilahirkan ke dunia.
Pembentukan kepribadiannya melalui dua proses, yaitu: Pertama, proses sosialisasi yang dilakukan tanpa sengaja melalui interaksi sosial, dan kedua, proses sosialisasi yang dilakukan secara sengaja melalui proses pendidikan dan pengajaran.
Proses sosialisasi tanpa sengaja terjadi jika seorang individu yang disosialisasi menyaksikan apa-apa yang dilakukan oleh orang-orang di lingkungan sekitarnya di dalam interaksi antar mereka, kemudian dengan menyaksikan tingkah laku mereka individu melakukan internalisasi pola-pola tingkahlaku dan pola-pola interaksi tersebut beserta norma-norma sosial yang mendasarinya ke dalam mentalnya.
Proses sosialisasi yang disengaja terjadi apabila seorang individu (yang disosialisasi) mengikuti pengajaran dan pendidikan yang dilakukan dengan sengaja oleh pendidik-pendidik yang mewakili masyarakat, dengan tujuan yang disadari agar norma-norma sosial bisa dipahami individu yang disosialisasi tersebut dan bisa tertanam baik-baik dalam batinnya.

2. Media Sosialisasi
Media sosialisasi merupakan tempat di mana sosialisasi itu terjadi. Paling tidak ada tiga media sosialisasi, yaitu: keluarga, sekolah, dan lingkungan bermain.
a.  Keluarga
Keluarga merupakan tempat pertama seorang anak yang baru lahir mengalami proses sosialisasi. Di keluarga inilah seorang anak mengenal lingkungan sosial dan budayanya, dan juga mengenal anggota keluarganya: ayah, ibu, kakak, kakek, dan nenek. Pembentukan kepribadian anak sangat dipengaruhi oleh bagiamana keluarga itu memberikan pendidikan kepada anak-anaknya baik melalui kebiasaan, teguran, nasihat, perintah, atau larangan.
b.  Sekolah
Selama di sekolah juga dididik dan dibimbing oleh guru-guru agar kalian menjadi anak yang baik dan pandai. Di sekolah kalian diminta untuk mentaati seluruh peraturan sekolah, seperti memakai seragam, datang ke sekolah tepat waktu, mengerjakan tugas-tugas dan pekerjaan rumah, dan sebagainya. Di sekolah kalian juga dididik untuk rajin belajar, jujur, kerja keras, disiplin, menghormati guru, dan sebagainya.
Sekolah akan menjatuhkan hukuman kepada siswa yang melanggar peraturan sekolah. Hukuman tersebut bisa berupa teguran hingga seorang siswa dikeluarkan dari sekolah, sekolah akan memberikan hadiah kepada siswa yang mempunyai prestasi,
c.  Kelompok Bermain
Di dalam kelompok bermain seorang anak memperoleh berbagai pengetahuan dan pengalaman, yang tidak didapatkannya di keluarga maupun sekolah. Di dalam kelompok bermain, seorang anak mempelajari norma, nilai, budaya, dan peran yang dibutuhkan individu untuk memungkinkan keterlibatannya dalam kelompok permainannya.

3. Pembentukan Kepribadian
a.  Pengertian Kepribadian
Kepribadian adalah ciri atau watak yang khas dan konsisten sebagai identitas seorang individu.

b.  Faktor Pembentuk Kepribadian
Kepribadian seseorang terbentuk melalui sebuah proses yang panjang. Paling tidak ada 4 faktor yang membentuk kepribadian seseorang, yaitu pembawaan, lingkungan fisik, kelompok dan kebudayaan.
1)     Pembawaan
Faktor pembawaan adalah faktor yang dibawa sejak lahir. Faktor ini menjadi fondasi bagi terbentuknya kepribadian seseorang. Faktor pembawaan ini dapat berupa bentuk fisik, warna kulit, bentuk rambut, raut wajah, postur tubuh, karakter, bakat dan IQ.
2)     Lingkungan fisik
Faktor lingkungan fisik juga dpat membawa pengaruh terhadap kepribadian seseorang. Masyarakat yang tinggal di derah pedesaan yang subur umumnya memiliki sifat ramah, suka menolong, sederhana, tenang dan sabar. Orang yang tinggal di daerah tandus dan gersang, karena lingkungan fisdiknya yang keras menjadikan mereka cenderung bersifat rakus, egois, tamak, serakah,
3)     Kelompok
Kelompok dapat mempengaruhi kepribadian seseorang. Misalnya, kelompok bermain. Kelompok bermain ini dapat membawa pengaruh yang positif maupun negatif
4)     Kebudayaan
Kebudayaan suatu daerah dapat membawa pengaruh terhadap pembentukan kepribadian seseorang. Masyarakat pedesaan umumnya memiliki kebudayaan sederhana, tidak ambisius, sabar, terikat pada tradisi. Sementara masyarakat perkotaan umumnya suka kemewahan, ambisius, suka bekerja keras.


Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar