Tampilkan postingan dengan label Kata Bijak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Bijak. Tampilkan semua postingan
0

Puisi Hari Pahlawan

Rabu, 15 Mei 2013
 Perjuangan pada pahlawan kita dalam membela negara Indonesia tercinta memang sangat mulia. Bahkan sampai titik darah penghabisan pahlawan akan terus membela kemerdekaan Indonesia.
Oleh karena itu sebagai generasi muda yang telah menikmati kemerdekaan ini, kita selayaknya mengucapkan rasa bangga dan terimakasih atas jasa para pahlawan. Nah dibawah ini ada beberapa puisi hari pahlawan, seperti:
NEGERI INI
Saat sarafku dipengapkan meja 1/2 biro
Kupahat hatiku itu lagi
Pada prasasti tugu negriku
Agar para pahlawan negri ini
Tak lagi keluhkan sesal
Harus lahir di negri ini
Sudirman-sudirman reformasi
Harus berkembang di negri ini
Sukarno-sukarno reformasi
Harus bangkit di negri ini
Suharto-suharto reformasi
Agar diponegoro tak lagi keluhkan java
Agar wolter monginsidi tak tangisi celebes
Agar Patimura tak sia-siakan maluku
Agar Indonesiaku
Tak lagi tangisanku
Pupus Raga, Hilang Nyawa
Napak tilas para pahlawan bangsa
Berkibar dalam syair sang saka
Berkobar dalam puisi Indonesia
Untuk meraih cita-cita merdeka
Napak tilas anak bangsa
Bersatu dalam semangat jiwa
Bergema di jagad nusantara
Untuk meraih prestasi dan karya
MERDEKA…!
Kata yang penuh dengan makna
Bertahta dalam raga pejuang bangsa
Bermandikan darah dan air mata
MERDEKA…!
Perjuangan tanpa pamrih untuk republik tercinta
menggelora di garis khatulistiwa
Memberi kejayaan bangsa sepanjang masa
MERDEKA…!
Harta yang tak ternilai harganya
Menjadi pemicu pemimpin bangsa
Untuk tampil di era dunia
PENGORBANAN
Puisi Siti Halimah
Mengucur deras keringat
Membasahi tubuh yang terikat
Membawa angan, jauh ntah kemana ?
Bagaikan pungguk merindukan rembulan,
Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan
Pagi yang menjadi malam,
dan Bulan yang menjadi Tahun.
Sekian lama telah menanti,
Dirinya tak jua terlepas.
Andai diriku sang Ksatria,
Aku sudah pasti menyelamatkannya.
Namun semua itu hanya mimpi.
Dirinyalah yang harus berusaha
untuk membawa dirinya pergi dari kegelapan abadi.
Demi Kemerdekaan
demi negeri
kau korbankan waktumu
demi bangsa
rela kau taruhkan nyawamu
maut menghadang didepan
kau bilang itu hiburan
nampak raut wajahmu
tak segelintir rasa takut
semangat membara dijiwamu
taklukkan mereka penghalang negeri
hari-harimu diwarnai pembunuhan, pembantaian
dihiasi bunga-bunga api
mengalir sungai darah disekitarmu
bahkan tak jarang mata air darah itu
muncul dari tubuhmu
namun tak dapat runtuhkan tebing
semangat juangmu
bambu runcing yang setia menemanimu
kaki telanjang tak beralas
pakaian dengan seribu wangi
basah dibadan kering dibadan
kini menghantarkan indonesia
kedalam istana kemerdekaa
0

Puisi Hari Ibu

 – Jika kita membicarakan pengorbanan ibu, tentunya tidak terhingga. Beliau mengorbankan seluruh jiwa dan raganya untuk merawat dan mendidik kita sebagai anaknya. Oleh karena itu untuk mewujudkan rasa sayang Anda, Anda dapat membuat puisi hari ibu. Dibawah ini ada beberapa contoh puisi hari ibu, seperti:
IBU yang selalu diRINDU
Doa ibu menyentuh kalbu
Memberi sahdu di kehidupanku yang haru
Aku malu dan tidak tahu
Betapa pengobananmu penuh luka & biru
Oh ibu, maafkan anakmu
Aku berjanji akan membahagiakan ibu
Dengan segenap jiwa ragaku
Untuk satu tujuan hidupku
Oh ibu, doakan anakmu
doamu selalu ada dalam denyut nadiku
Oh ibu, ridhoilah jalanku
Ridhomu memberikan kemudahan dalam hidupku
Ya Tuhan, ampuni dosa-dosa ibuku
Orang yang telah melahirkanku
Ya Tuhan, masukkanlah ibuku kedalam surgamu
Orang yang telah berjuang untuk hidupku
Bunda
Kau kuat menanggung beban kandungan
Sembilan bulan
Bunda
Kau sabar membiarkanku berada di sana
Hingga proses kelahiran
Bunda
Kau saksi betapa sakit persalinan
Batas tipis hidup mati yang kau taruhkan
Bunda
Saat tangis mungilku terdendangkan
Berderai tangis harumu beriring senyum kebahagiaan
Bunda
Bayi itu kau selimuti kasih sayang
Dengan perasaan tulus tak terbantahkan
Bunda
Kau saksi pertama aku berceloteh mungil
Saksi pertama langkah-langkah kecil
Bunda
Caramu indah dalam membesarkanku
Meski harus menempuh liku-liku
Bunda
Saat dewasaku
Tak ingin ku menjadi saksi beribu pilumu
Bunda
Aku ingin kau senantiasa bahagia
Meski dalam sahaja
Bersama lelaki tercinta
Yang biasa kusapa ayahanda
Bunda
karenamu aku ada
Bunda
Disaat kusebut namamu
Terbayang olehku wajahmu
Senyummu yang menyiratkan kasih sayang
Sinar matamu juga melambangkan ketulusan
Bunda
Kau laksana sang surya
Menerangi relung-relung jiwa
Kau bagaikan embun pagi
Menyejukkan kedamaian hati
Oh bunda
Jasamu tiada tara
Manjamu melambangkan cinta
Meski kini kau telah tiada
Bayangmu selalu menyapa
Kasihmu hidup sepanjang masa
I b u
Engkau adalah seorang ibu
Yang selalu menemaniku
Ketika aku butuh kasih sayang
Didalam hatiku
Engkau adalah ibu
Dengan senyum dan cinta
Engkau tebarkan kepada anak anakmu
Ibu ….
Masihkah engkau ingat
Anak anakmu dulu
Bermain di dekat pekarangan rumah
Bercanda, tertawa, tanpa kenal lelah
Ibu …
Masihkah engkau ingat
Anak anakmu dulu
Bermain di dekat kolam ikan
Engkau selalu memarahiku
Kemarahanmu adalah kasih sayang
Anakmu Rindu Ibu ?
Rindu masa lalu
Rindu masa depan
0

Kumpulan Kata Kata Mutiara Islam

Dalam kehidupan ini memang banyak hal yang tidak dapat kita prediksi. namun sebagai manusia kita hanya bisa berusaha dan berdoa untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Ketika Anda sedang rapuh, ada beberapa kumpulan kata kata mutiara Islam yang dapat bermanfaat untuk Anda, seperti:
“Apa yang Allah pilihkan bagi hamba-Nya yang beriman adalah pilihan terbaik, meski tampak sulit, berat, atau memerlukan pengorbanan harta, kedudukan, jabatan, keluarga, anak, atau bahkan lenyapnya dunia dan seisinya. (Abdullah Azzam)”
“Ilmu adalah cahaya yang Allah tempatkan didalam hati seseorang. Dalam meraih atau mencapai cahaya itu diperlukan Ittiba (mengikuti Nabi Muhammad SAW) dan menjauhkan diri dari hawa nafsu serta perbuatan bid’ah (Kata Imam Adz-Dzahabi)
“Dunia adalah setitik air ditengah lautan. Dunia adalah penjara mukmin dan surga bagi kaum kafir. Hiduplah didunia laksana musafir, menatap orang yang berada di bawah dan siapkan bekal untuk kematian”
 Jika seseorang mati dalam keadaan punya hutang, padahal orang itu mampu membayarnya ketika masih hidup di dunia, maka kebahagiaannya akan diambil dan diberikan kepadanya dosa orang yang di hutanginya, lalu ia dijebloskan ke neraka. Namun, jika memang tidak mampu membayarnya, maka hanya kebaikannya saja yang diambil, lalu diberikan kepada pihak yang dihutangi. sedang dosa si pemberi hutang tidak diberikan kepada orang yang berhutang. (Ibnu Abdusalam).
“Waspadalah terhadap tiga orang: pengkhianat, pelaku zalim, dan pengadu domba. Sebab, seorang yang berkhianat demi dirimu, ia akan berkhianat terhadapmu dan seorang yang berbuat zalim demi dirimu, ia akan berbuat zalim terhadapmu. Juga seorang yang mengadu domba demi dirimu, ia pun akan melakukan hal yang sama terhadapmu.”
“Sinar terang berada pada ufuk… sambaran petir memeluk lapisan bumi. Setangkai bunga diantaranya… menyembunyikan diri pada kekuatan. Manusia akan merasa bahwa ia adalah makhluk apabila mengerti bagaimana dan apa arti kehidupan. Bukan hanya sekedar membuka mata dan bersandar pada kursi bergoyang. Berjalan melewati duri menjadi pengharum antara sakit dan sabar. Berpegang tangan melingkari setangkai bunga mawan menjadikan sebuah kekuatan baru”
Jangan berteman yang hanya mau menemanimu ketika kamu sehat atau kaya, karena tipe teman seperti itu sungguh berbahaya sekali bagi kamu dibelakang hari.(Imam Ghozali).